Sugar (Chapter 10)

Standar

Cast : Jung SooYoo
Park ChanYeol
Etc.
Genre: school life, romance, complicated
Rated : 15+
Warning: pedo, a bit yuri
Lenght: Prolog | 1 | 2 | 3 | 4 | 5  | 6 | 7 | 8 | 9 | Chapter 10

THIS STORY IS MINE. DO NOT COPY ^^


“make me be a normal, cure me, save me, you’re the only one could”


Di ruang tengah, pasangan yang terikat sebuah pertunangan tengah duduk berhadapan. EunJung menatap ChanYeol geram. Tapi ChanYeol tak kalah geram. Ia mau menyusul SooYoo sebenarnya. Jika saja wanita di depannya ini tidak mengancam akan mengadu pada ayahnya.

ChanYeol tidak masalah jika nantinya itu hanya akan menyangkut dirinya. Tapi pasti ayahnya akan menarik gadis kesayangannya ke dalam masalah. SooYoo tidak akan lepas dari ancaman kekuasaan Tuan Besar Park.

“Jadi ini alasanmu tidak bisa menemuiku selama beberapa bulan ini? Ini alasanmu tidak bisa dihubungi? Kau sibuk berkencan, Tuan Park!”

Rentetan kalimat EunJung yang menuntut membuat ChanYeol jengah. Ia menatap malas EunJung.

“Memang kenapa? Bukankah kau dulu juga seperti itu?” ChanYeol bertanya dengan santai. Menautkan jemarinya di depan dada.

EunJung berdehem. Ia salah tingkah mendadak. Membetulkan posisinya yang terasa tidak nyaman.

“Jadi kurasa sekarang kita impas..” lanjut ChanYeol.

“Lalu kalau sudah impas kenapa? Kau mau membatalkan pertunangan?” EunJung balas menatap ChanYeol dengan senyum licik. “Oh! Silahkan saja! Maka anak sekolah itu akan menjadi tanggungannya”

Sekarang emosi ChanYeol mulai meningkat. Ia tak suka saat seseorang mengusik SooYoo. Ia tidak ingin SooYoo sulit karena apapun.

“Jangan sentuh milikku”

EunJung mendengus. “Milikmu? Dia? Apa aku tidak salah dengar? Memang apa hubungan kalian?”

Suara wanita itu meninggi. Ia mulai menantang ChanYeol sekarang.

Sial. ChanYeol benci ini. Hubungannya dengan SooYoo hanya tersambung relasi ‘pekerjaan’ dan terikat kontrak. Jika ia mencintai SooYoo, bukan berarti SooYoo mencintainya.

“Kau tidak bisa menjawab itu, Park” EunJung tersenyum miring. Perlahan wanita itu mendekati ChanYeol dan duduk di pangkuan lelaki itu. “Kenapa mengharapkan yang lain jika di sini sudah ada yang pasti?”

ChanYeol menatap wanita itu dengan datar. Seolah tidak minat sama sekali.

“Aku milikmu, Chan. Aku tunanganmu”

EunJung menunjukkan cincin perak di jari manisnya, itu cincin pertunangan mereka.

ChanYeol berdecih.

“Hanya kau yang memakai cincin itu, aku tidak” ChanYeol balas tersenyum miring.

“Ini bukan soal cincin, Chan, tentang apa yang pernah kita lakukan. Kau ingat kan?” EunJung mendekatkan wajahnya. Berbisik tepat di telinga ChanYeol. “Tepat di malam setelah kepulanganmu dari London”

ChanYeol benar-benar menyesal pernah terjerat godaan wanita ini. Semua akibat emosinya yang tak terkendali. Tapi ia ingat malam itu bukan EunJung yang ia bayangkan. Meski EunJung yang ia sentuh, tapi ia membayangkan gadis lain. Gadis yang sejak awal pertemuan sudah menyita pikirannya.

“Aku merindukan dirimu yang dulu”

ChanYeol mendengus geli. “Diriku yang mana? Yang dibodohi olehmu?” Ucapnya sinis.

“Kau hanya memikirkan harta dan kesenangan, Ham EunJung. Kau tidak pernah memikirkan cinta, terlebih aku”

EunJung terhentak. Ia sakit hati. Tapi tidak mau menunjukkan itu. Ia lebih dewasa di sini. Jadi ia harus berlagak seperti wanita dewasa pada umumnya. Membuat ChanYeol bertekuk lutut padanya seperti dulu.

“Sekarang pergilah. Aku lelah.”

ChanYeol membuat EunJung berdiri. Pria itu masuk ke kamarnya dengan membanting pintu keras. Meninggalkan EunJung yang perlahan-lahan mengeluarkan seringaiannya. Berbisik pada dirinya sendiri.

“Aku tetap akan menjadi Nyonya Besar Park. Bagaimanapun caranya.”

-Sugar-

“Jadi, SooYoo tinggal dengan laki-laki itu?”

Ada secercah rasa lega yang mengembang di hati YoonA. SooYoo tidak tinggal bersama Araya. Tapi bukan berarti masalah selesai. Laki-laki justru bukankah lebih berbahaya. Memang, setidaknya itu bisa membuat SooYoo sembuh sedikit. Tapi laki-laki tetap laki-laki. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Bahayanya juga banyak.

“Siapa laki-laki itu, Bi?”

EunHye meletakkan cangkir tehnya.

“Dia guru di sekolah SooYoo. Namanya Park ChanYeol”

YoonA merasa tak asing. Ia selalu membaca berita. Nama Park ChanYeol rasanya pernah dielu-elu kan tapi entah itu kapan dan dalam berita apa.

“Park ChanYeol? Seperti pernah dengar”

“Dia putra keluarga Park, pemilik Park Corp.”

Oh! YoonA ingat! Pria itu ada dalam satu berita. Diam-diam YoonA mengambil handphonenya untuk mencari identitas Park ChanYeol itu. Tidak akan sulit mengingat dirinya anak keluarga kelas atas.

Dan lihat! YoonA mendapatkannya. Putra bungsu keluarga Park. Presdir di salah satu perusahaan Park Corp.

“Dia bukan guru, Bibi, dia direktur perusahaan” Kenyataan itu cukup mengejutkan EunHye. ChanYeol maupun SooYoo tidak membicarakan tentang ChanYeol sebagai presdir. Harusnya EunHye sadar dari awal, anak pengusaha sehebat keturunan Park Corp. tidak akan menjadi guru.

YoonA terus membaca hingga menemukan satu berita yang jauh lebih mengejutkan.

“Laki-laki itu sudah bertunangan! Apa Bibi tahu?!”

YoonA bertanya hampir histeris. Menunjukkan foto pertunangan ChanYeol dengan seorang wanita.

EunHye menggeleng pelan. Ia terejut. Tentu EunHye tidak tahu. ChanYeol sudah bilang mencintai anaknya, jadi ia pikir ChanYeol sendiri.

“Usia mereka jauh berbeda. ChanYeol 31 sedangkan SooYoo 18. Bi.. SooYoo akan dijadikan simpanannya! ChanYeol tidak akan mencintai SooYoo! Malah akan menyakitinya!”

Air mata begitu saja menetes dari manik EunHye. Ada saja masalah di hidupnya. Mungkin salahnya juga yang tidak terlalu memperhatikan gadis itu. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan rumah tangganya.

Mungkin benar yang selama ini SooYoo bilang tentangnya. EunHye terlalu mencintai suaminya hingga menelantarkan SooYoo, anaknya.

EunHye mengusap wajahnya dan tangannya terhenti di kening. Ia menunduk. Wanita itu menangis dengan tangan menyanggah kepalanya. Ia pusing.

“Bagaimana ini? SooYoo sepertinya mulai menyukai pria itu”

Tidak berbeda dengan EunHye, YoonA juga hampir menangis. Bahkan setelah mendengar kalimat EunHye barusan.

Bukannya akan sembuh, SooYoo akan semakin parah jika ChanYeol menyakitinya. Gadis itu bisa benar-benar berubah dan menyimpang seutuhnya. Akan jauh lebih sulit lagi menyembuhkannya.

-Sugar-

Sebenarnya SooYoo malas untuk kembali ke apartemen ChanYeol. Lagipula ini sudah malam. Hampir seharian ia berada di luar bersama Araya.

Jemari kurusnya dengan tak minat menekan kombinasi nomor. Bel berbunyi dan SooYoo membuka pintu.

Tidak ada tanda-tanda wanita itu masih ada di sini. SooYoo menghela nafas lega. Dengan sedikit santai ia masuk ke kamar. Ia mengintip sedikit. Memastikan keberadaan ChanYeol di dalam kamar. Pria itu tidak ada di sana. Mungkin pergi dengan wanita tadi, pikir SooYoo.

SooYoo juga malas bertemu ChanYeol. Ia bahkan tidak menjawab semua panggilan ChanYeol atau membaca pesan singkatnya. SooYoo benar-benar ingin menghabiskan waktu bersama Araya mengingat gadis itu akan kembali ke negara asalnya besok lusa.

Tas selimpangnya diletakkan ke dalam ransel. SooYoo duduk di tepi ranjang untuk sedikit melepas lelah.

Gadis itu melompat ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Ia meringis pelan. Harusnya ia tahu ChanYeol di dalam sana.

Ia berusaha acuh. Berakting seakan tidak ada yang terjadi barusan. Mencoba menyibukkan diri dengan buku pelajaran besok.

“Dari mana saja?”

Sekali lagi SooYoo meringis. ChanYeol sudah berdiri di depannya sekarang. Menatapnya dengan tajam. Kedua tangan kekar ChanYeol mencengkeram bahunya.

“Kau dari mana, Jung SooYoo?!”

ChanYeol meninggikan suara. Ia benar-benar emosi sekarang.

SooYoo menciut di tempat. Tidak berani berbicara apapun. Ia benci reaksi melemah dan sesak saat ChanYeol marah padanya. Sulit untuk berusaha acuh. Pasti ada saja reaksi aneh dari tubuhnya saat bersama ChanYeol.

“A-aku pergi dengan teman..”

Ia masih menunduk. Tak mampu menatap ChanYeol.

Sementara itu, ChanYeol menggeleng pelan. Tangannya jatuh di kedua sisi tubuhnya. Ia tersenyum miris.

“Kau bohong..”lirihnya yang mampu membuat SooYoo mendongak cepat.

“Kau tidak bersama teman. Kau berkencan, Soo”

Dada SooYoo sesak mendengarnya juga terlebih ChanYeol yang sedang berbicara. Tatapan keduanya bertemu. Menemukan rasa pedih di antara mereka.

“Kau berkencan dengan Araya, benarkan?”

Sial. Sial. Sial. Apakah sekarang masalah penyimpangannya sudah menjadi rahasia umum? Sepertinya semua orang sudah tahu itu. Namun SooYoo merasa biasa saja saat orang lain tahu. Ia masih bisa mengaku dengan tersenyum.

Anehnya kali ini ia tak mampu. Ia tidak sanggup untuk mengatakan ‘ya’ seolah itu hal yang wajar. Ia seakan tidak mau ChanYeol tahu dirinya menyimpang.

“Jawab aku!” ChanYeol hampir menjerit.

Seharian ini ia mengkhawatirkan SooYoo. Itu menyiksanya. Sebab ia tahu ke mana SooYoo. Ia tahu dengan siapa SooYoo pergi. Bahkan ia tahu siapa yang SooYoo sebut sebagai teman belajar kelompoknya.

ChanYeol mentolelir jika sesekali SooYoo ingin bertemu Araya. Ia sadar dirinya tidak bisa egois melarang SooYoo menemui orang yang ia cintai meski itu mengiris hati ChanYeol. Ia juga sedang berusaha agar SooYoo berpaling padanya, membalas perasaannya secara perlahan.

Namun kali ini ChanYeol tidak bisa terima. Ia butuh SooYoo di sisinya setelah perdebatannya dengan EunJung. ChanYeol memilih mempertahankan SooYoo ketimbang EunJung yang pada dasarnya adalah tunangannya. Mengambil resiko bahwa setelah ini pasti akan ada masalah dengan ayahnya. Terlebih dengan kemungkinan yang akan terjadi pada SooYoo dan ChanYeol. Untuk itu, ia butuh SooYoo berada di sisinya untuk mendukung.

“Ya, kau benar! Araya kekasihku. Aku menyimpang. Selama ini kau menyewa seorang lesbian, Tuan Park. Apa kau menyesal?”

SooYoo juga tak tahan. Ia benci rasa sakitnya melihat EunJung tadi. Ia benci dengan rasa terkejut yang terlalu parah. Semua perasaan itu membuat kepalanya berdenyut. Membuatnya semakin goyah akan cintanya pada Araya.

ChanYeol berlutut, makinya terlalu lemas untuk berdiri. Berposisi sedikit lebih rendah dari SooYoo. Masih dalam posisi saling berhadapan, ChanYeol menggenggam erat kedua tangan SooYoo.

“Aku tidak pernah menyesal.. dan tidak akan menyesal. Jung SooYoo, aku mencintaimu. Dan itu karena dirimu, tidak peduli apapun kekuranganmu”

Terlarut dalam ucapan ChanYeol, SooYoo terdiam sejenak. Ia kehabisan kata-kata melihat ChanYeol melemah seperti ini. ChanYeol terlihat menyedihkan. Belum lagi kata-kata cintanya.

Selanjutnya malah tawa yang keuar dari bibir SooYoo. Terdengar miris dan dipaksakan dengan mata berkaca-kaca. Gadis itu menghempaskan tangan ChanYeol.

“Kau hebat berakting” celanya masih tertawa. SooYoo segera bangkit. Begitu pula dengan ChanYeol.

“Aku tidak berakting!” ChanYeol menatapnya serius. Mendalamkan setiap ucapannya.

SooYoo tersenyum miring. “Simpan saja omong kosong itu untuk tunanganmu”

Meninggakkan ChanYeol dan masuk ke dalam kamar mandi.

Lelaki itu terdiam sejenak. Ia tidak mengerti kenapa SooYoo bisa beranggapan seperti itu. Kurang serius apa ChanYeol barusan? Ia benar-benar mengeluarkan kalimat itu dari hatinya.

-Sugar-

Hari ini, ChanYeol berhenti mengajar di sekolah. Mengambil resiko akan sulit bertemu dengan SooYoo. Ia akan lebih sibuk dengan pekerjaan sebagai direktur. Belum lagi kemungkinan dinas keluar negeri. Ia pasti akan sangat merindukan gadis itu.

Sebenarnya, sekarang juga ChanYeol sudah merindukannya. Sejak hari itu, SooYoo tidak bicara dengannya. Memilih menyibukan diri dengan pelajaran dan berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya. Memang, SooYoo tidak melupakan kepeduliannya dan kewajibannya.

Kalau ChanYeol ingin di temani, gadis itu akan di sana. Tapi dengan sangat dingin.

Semua itu membuatnya kesal dan tidak mood dalam melakukan apapun. Yang ia inginkan adalah SooYoo menyadari bahwa cintanya itu nyata. Bukan sekedar perasaan semu atau bahkan bualan belaka.

Sekarang di sinilah ChanYeol berada. Di saat seperti ini ia butuh dokter untuk mengatasi lukanya. Jadi, ia menemui dokter kesayangannya

“Kenapa kau selalu mengganggu profesiku? Kau bersekongkol dengan ayahku ya?”

Yeah, si Oh SeHun-lah dokter kesayangan ChanYeol. Yang selalu ia datangi di kala ia butuh konsultan mengenai hubungannya dengan SooYoo. Mengambil jam praktek SeHun dengan seenaknya.

“Kapan SooYoo bisa menyadari aku mencintainya?”

ChanYeol bertanya random dan mentap SeHun penuh tanya. SeHun hanya menghela nafas sejenak. Dokter tampan itu tersenyum pada ChanYeol dan mendekat.

“Berapa banyak halusinogen yang kau minum? Kau overdose?” SeHun mengubah ekspresinya datar. “Aku ini dokter anak! Bukan peramal! Bahkan peramal saja tidak tahu jawabannya, Dobi!”

ChanYeol meringis saat mendengar panggilan ‘dobi’ itu. Tapi pandangannya kembali lurus pada SeHun yang dengan santainya menyangga kaki di atas meja dan melipat tangan di dada.

“Astaga! Aku rasa tensi darahku naik” gumam pria itu yang hanya dibalas putaran mata bosan dari ChanYeol.

“Kau!” SeHun menunjuk ChanYeol tepat di wajah.

“Benar-benar seorang pedofil” lanjutnya.

ChanYeol menepis jari pria itu dari hadapannya.

“Aku mencintainya, apa itu salah? Umur hanya sekedar angka” belanya.

“Tentu saja salah! Kau pedofil dan itu bukan hal yang normal! Bahkan kurasa umurmu dengan umur ibunya tidak berbeda jauh!”

Alis ChanYeol berkerut-kerut. Ia sudah pernah bertemu ibu SooYoo dan, yeah, memang, ChanYeol akui. Ibu SooYoo masih muda.

“Lagipula kau kan sudah punya tunangan!”

ChanYeol menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di kursi. Tunangan. Tunangan. Dan tunangan. ChanYeol benci kata itu. Ia benci statusnya. Bahkan ia tidak mencintai EunJung -lagi. Ya, mungkin ia pernah mencintainya. Tapi itu dulu! Sebelum ChanYeol mengetahui apa yang dilakukan EunJung selama ChanYeol di London.

“Aku akan membatalkannya”

“Membatalkan? Kau lupa ayahmu, hah?”

Kali ini ChanYeol terdiam. Lagi-lagi ada saja masalah. Sepertinya ini tak berujung. Di balik masalah akan ada masalah dan begitu selanjutnya. Tapi yang tidak ia mengerti adalah, tidakkah ayahnya mencari tahu tentangnya dan SooYoo. Ia hanya tidak mau Tuan Park menyentuh gadis kesayangannya itu.

-Sugar-

Dan di sini jawaban untuk ChanYeol. Suatu hal yang mustahil bagi Tuan Park untuk tidak menemukan identitas Jung SooYoo. Buktinya semua sudah ada di dalam map cokelat yang ia pegang.

“Namanya Jung SooYoo. Anak tunggal dari pasangan Jung HyoSeok dan Park EunHye.”

“Jung HyoSeok?”

Pria paruh baya itu menoleh. Nama itu begitu familiar di telinganya.

“Ya, Jung HyoSeok. Putra pertama dari Jung IlSoo, pimpinan dan pendiri perusahaan HB grup yang sudah bankrupt”

Tuan Park mengangguk. Ia tentu ingat Jung IlSoo. Rivalnya yang sudah ia kalahkan dengan susah payah. Sebenarnya bukan IlSoo yang ia kalahkan. Melainkan putranya, HyoSeok yang dengan mudah ia jatuhkan.

“Lalu apa hubungannya dengan ChanYeol?”

Tuan Park mulai membuka satu-persatu foto di dalam map. Melihat beberapa foto kedekatan ChanYeol dengan SooYoo.

“Aku tidak bisa menyimpulkan. Mereka tinggal bersama, dan terlihat sangat dekat. Kurasa.. Tuan muda menyukainya.” Pria itu sedikit menahan nafas saat melihat perubahan ekspresi boss besarnya. Terlihat sangat tidak senang dengan kalimat yang ia berikan di akhir ucapan.

“Tapi, Tuan muda ChanYeol bukan kekasih Jung SooYoo” ia melanjutkan

Tuan Park berhenti pada beberapa lembar foto terakhir. Wajahnya mengeluarkan ekspresi yang sulit di definisikan.

“Sebab,, Jung SooYoo memiliki seorang kekasih wanita, bernama Araya Kim. Gadis campuran Thailand-Korea yang menetap di Seoul untuk terapi penyembuhan kanker. Ia merupakan putri tunggal dari Kim JoonMyeon -pemimpin KJ grup- dan Hanna”

Tuan Park melempar salah satu foto ke atas meja. Foto di mana SooYoo dan Araya berada di taman kota yang sepi, dengan keadaan berciuman.

“Segera panggil ChanYeol kemari”

To Be Continued

Haihaii!

Maaf banget baru bisa update sekarang. Arin lagi banyak tugas dan jadi korban kur13 *ehehe*. Jadi kemungkinan Arin ga update sesering kemarin-kemarin, pas liburan. Arin akan update di weekend aja yah? Hehe *peace sign*

Thanks for reading gaezz ^^

XOXO,

Arin Jung

Iklan

14 respons untuk ‘Sugar (Chapter 10)

  1. reisya soo

    Arinnnnnn,,sugar nua kerennn,,aku suka banget!!!
    **makin rumit deh,,moga aj chanyeol jg ngerti klo jung soo yoo jg pny rasa yg sama ma chanyeol,,,!!ya kayanya bakal bnyak pihak yg ga suka mereka bersama,,,!!
    ***setia nungguin,,kapanpun sugar di up date!!

    Suka

  2. Asdfghjkl akhirnya update juga, aku tungguin dr kemarin-kemarin hehe. XD
    Eunjung jahat:( Chanyeolnya kasian, udah serius-serius malah SooYoonya gitu, sebel. Semangat terus Chanyeol bikin SooYoo normal! Ditunggu kelanjutannya ya!:)

    Suka

  3. tari

    akhirnya di update juga aku nungguin tau 😒
    tapi ga sabar nunggu chapter seanjutnya,, konfliknya juga udah mulai keliatan, ayolah sooyoo sadar kalo chan suka benerannn geregetan deh…
    Ditunggu selanjutnya yaa chigu hwaiting ^^

    Suka

  4. aep

    Omayaaaaaaa… finally chapt 10 update jg T.T lama bgt nunggu nya.. tp agk pendek dr biasa nya ya? But its oke, ketutupan sama seru nya konflik mereka >.<

    Cepet update lg ya chinggu.. hwaiting!!!!

    Suka

  5. Daebak Daebak!
    Entah kenapa dadaku nyut2an pas baca adegan Soo Yoo dan Chanyeol bertengkar karna penyimpangan Soo Yoo. .

    Jadi selama ini… Chanyeol tau. Soo yoo menyimpang?

    Jadi makin penasaran. Chanyeol sebenernya sudah Cinta sama Soo Yoo sejak kapan? ??

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s