[Ficlet]Congratulations

Standar

Congrat love in dark

Title: Congratulations

Author: RahayKim

Cast: Park Chan Yeol | Choi In Hae

Support Cast: Do Kyung Soo|Byun Baekhyun|Suho|Kai|Sehun

Length: Oneshot

Genre: Sad, Friendship, Romance

Rate: PG-15

Disclaimer: Inspiration from Lyrics,MV Day6- Congratulations. But, All the Plot from my Mind.

Author Note’s: Tidak di copaste ataupun dire-blog!

On the Summary

“Tak selamanya si Happy Virus itu menyebarkan kebahagiaan, ada saatnya dimana ia menyembunyikan   kesedihan dan luka dibalik   senyum sumringahnya.”

                           ×Congratulations×

Tak henti –hentinya Chan Yeol tertawa geli, karena tingkahnya sendiri. Baek Hyun   dan Kyung Soo yang pusing bukan main melihat cowok ber –nickname ‘Happy Virus’ itu tertawa terpingkal –pingkal di D-1 hari miladnya. “Kau tahu, jika kalian   lihat tingkah Sehun tadi.. itu sungguh lucu.!” Kekeh   Chan   Yeol seraya menunjukkan tingkah Sehun yang   di –uploadnya dari akun IG –nya. Dalam hitungan detik Baekhyun hanya tertawa wajar dan Kyung Soo terlihat dipaksakan, ia kembali   memasang wajah seriusnya pada kedua temannya yang sedikit   gila itu.

Ia menyilangkan kedua tangannya dan menyenderkan bahunya. “Kau serius, tak apa?Park Chan Yeol?” tanya Kyung Soo dan memegang dahi temannya itu. Namun, dengan segera Chan Yeol mengelak dan segera berdiri   setelah sebelumnya ia mengalihkan pandangannya ke arah Jam dinding yang berada dibertengger ditembok belakang Kyung Soo.

“Iya benar, kau baik –baik saja? Menurutku walau begitu Sehun tetap saja terlihat ganteng.Dan, tadi itu tidak lucu sebenarnya.” Timpal Baekhyun ragu. “Aku harus pergi sekarang.” Imbuh Chan Yeol kemudian dan segera pergi meninggalkan mereka berdua disana. “Sampai nanti.” Teriak Baekhyun. “Apa, Yeol masih berkunjung kerumah In Hae?”tanya Baekhyun pada Kyung Soo setelah sepeninggal Chan Yeol, teman tiang listriknya itu. “Iya,selalu. Dia itu terlalu seperti batu.” Ujar Kyungsoo.

“Anak itu menutup matanya untuk melihat kebenaran.” Kata Baekhyun dan merangkul bahu Kyungsoo. Kyungsoo mendelikkan matanya. “Tumben sekali perkataanmu bijak.” ledek Kyung Soo. Baekhyun tersenyum dan menatap Kyung Soo “Tak selamanya si Happy Virus itu menyebarkan kebahagiaan, ada saatnya dimana ia menyembunyikan   kesedihan dan luka dibalik   senyum sumringahnya”

“Aku semakin merinding mendengar kata -katamu.” ledek Kyung Soo.

Merekapun pergi meninggalkan tempat itu.

*Congratulations*

Chan Yeol menyusuri jalan Song –nam do disekitaran daerah Yeouido melewati tangga dan beberapa gang, jalan menurun dan menanjak hanya ditemani dengan langit malam dan lampu jalan yang menerangi langkahnya. Ia menghentikkan langkah kakinya untuk beberapa saat,memandang kesebuah rumah gelap yang dihalangi oleh gerbang besi tinggi.

Ia mendekat dan menekan bel interkom yang ada didepan gerbang itu. “In Hae -ya!! keluarlah!!Mengapa kau pergi lama sekali?!!”

Dorr Dorr Dorr!

Chan Yeol menggedor pintu besi itu, hingga akhirnya pintu itu sedikit terbuka. Ia pun memutuskan untuk melangkah masuk kedalam. Hanya ada beberapa sampah kertas, dedaunan dan plastik dihalaman depan rumah itu. Rumah itu kosong tanpa penghuni.

“In Hae -ya~.. In Hae!”

*

*

*

-Meskipun ada saat sulit dalam hidup, Kau tak bisa melewati saat itu dan memilih untuk pergi.”–

Flashback

“Kau sungguh akan pergi, In Hae-ya?” tanya Chanyeol dengan manik yang tak pernah lepas dari gadis itu. Ia menahan lengan gadis itu erat, namun dengan mudahnya si gadis menepis pelan dan tersenyum miring. “Ini untuk masa depanku dan dirimu, tak sulit jika hanya 2-3 tahun aku pergi dan kau melepaskanku dengan hatimu yang besar.Menunggu bukan hal yang mesti kau lakukan, aku benar -benar tidak meminta kau untuk melakukan hal itu.”

–Kau bilang kita butuh waktu, Kau bilang pikirkan tentang kita.–

Si gadis mulai meninggalkan pekarangan rumahnya dan mulai memasukkan barang bawaannya kebagasi taksi yang sudah menunggunya. Dan masuk kedalam taksi, Chan Yeol mengetuk kaca mobil, In Hae membukanya.

“Jangan pergi.” cegah Chanyeol. Sedangkan, pagi itu salju mulai turun lebih cepat dari perkiraan.

—Kau menatapku dan membuatku percaya.—

 

Padahal, ini masih berada diakhir bulan November. In Hae menatap Chanyeol sejenak dan menyibak rambut hitam Chanyeol yang tertutupi butiran salju.

“Percayalah~ Hanya 3 tahun.Masuklah, diluar akan dingin. Aku sudah menyiapkan kue didalam untukmu, hari ini miladmu. Saengil Chukha-handa!Park Chanyeol~”

–Aku menganggap kata-kata itu seperti seharusnya.–

Tepat setelah itu taksi melaju pelan dan jendela tertutup rapat. Chan Yeol hanya terdiam, terpana dan terpaku ditempat. Berusaha untuk mencerna kalimat terakhir yang ia dengar dari In Hae.

Ia melihat ponselnya, menujukkan tanggal 27 November. Gadis itu benar, hari ini hari miladnya tapi bagaimana bisa, In Hae sekejam itu padanya. Hadiah macam apa ini? atau Omong kosong apa yang gadis itu buat? atau mungkin saja gadis itu menyiapkan suprise karena ini hari miladnya?

Berbagai khayalan dan pertanyaan gila bermunculan dibenak Chan Yeol. Chan yeol dengan segera memutuskan memilih opsi ketiga dari pertanyaan yang bermunculan dibenaknya.

“Mungkin saja, In Hae menyiapkan sesuatu untukku.” gumam Chan Yeol dan tertawa getir.”Benar, karena ini hari miladmu. Park Chanyeol.” Ia pun mengelus dadanya pelan dan masuk kedalam rumah yang ditinggali In Hae sebelumnya.

Flashback end

Setahun setelah kepergian In Hae

Chanyeol kembali mendatangi rumah In Hae, untuk kesekian kalinya. Ia begitu berisik karena memang ia sedang setengah sadar, alias mabuk.

“In Hae belum kembali, lebih baik kau pulang saja.” ujar seorang Ahjumma yang berada diseberang rumah In Hae, sepertinya ia sudah cukup tergganggu dengan tingkah dan sikap Chanyeol selama setahun penuh ini.

“Nak, ini nomor ponsel In Hae yang baru kudapat tempo hari.Mungkin dengan menghubunginya akan tahu kapan gadis itu datang.” kata Si Ahjumma dan masuk kembali kedalam rumahnya.

— Sekarang kau bahkan tidak menjawab telponku.–

Chanyeol hanya menghela nafasnya, itu bahkan nomor yang sama yang didapat dari Baekhyun saat Ia tak sengaja bertemu dengan gadis itu saat mereka liburan ke Barcelona.

“Mengapa kau tak menjawab telponku, In Hae?Wae?!!!!” isak Chanyeol dan terduduk didepan jalanan rumah In Hae.

Flashback end~

Fall -Winter, November 27

“Apa ini, apa kalian lupa padaku?” tanya Chan Yeol pada member se-dormnya yaitu Rommatenya, Baekhyun.

“Sudah makan saja, memang apa yang mau diingat?” tanya Baekhyun cuek, tak seperti biasa.

“Saengil chukhae -hyung!” kata Jong In dan menepuk punggung Chanyeol pelan. Chanyeol menyengir lebar pada Kai, panggilan Jong In.

“Terimakasih, Kai -ah.” kata Chanyeol memberikan kedua jempolnya untuk Kai. “Aku dan Sehun akan ketempat latihan duluan.” teriak Kai dari depan pintu yang sudah ditunggu Sehun.

Hyung -deul, aku pergi dengan Kai.dan Kyung -Hyung terimakasih sarapannya.” ujar Sehun.

Chan Yeol mengernyit melihat Sehun karena ia pergi begitu saja, sedangakan Suho baru saja keluar dari toilet dengan menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil yang bergantung dilehernya.

“Sudah pergi mereka?” tanya Suho dan melahap sarapan yang ada dimeja makan. Baekhyun beranjak dari tempatnya duduk dan Chan Yeol masih meneruskan makan paginya.

“Baru pergi. Aku sudah selesai, Kyung Soo buat lagi makanan seperti ini,besok.” ujar Chanyeol dan segera mengambil ponselnya yang berada dinakas dan memakai sepatu serta mantel.

Eodiga?” tanya Suho. “Menjemput Ibuku distasiun Yong-san.” ujar Chanyeol dan pergi meninggalkan dorm.

“Kyung Soo-a, kau tahu? Aku melihat In Hae kemarin atau beberapa hari lalu, kalau tidak salah. Entah itu In Hae atau seseorang yang mirip.Dia dengan seorang pria dan anak kecil, sepertinya mereka sudah menikah.” tutur Suho. Kyung Soo segera duduk begitu mendengar kata -kata Suho.

“Jika kau berkata pada Chanyeol seperti itu, ia pasti akan hilang akal. Lihat saja, sekarang. Mangkanya dia itu Happy Virus.” ujar Kyung Soo.

“Menyembunyikan luka dan kesedihannya dibalik senyuman sumringahnya.” timpal Baekhyun tiba-tiba.

“Berbagi kebahagiaan untuk orang lain, itu adalah obat untuk hatinya.Apa tak apa tak merayakan miladnya tahun ini?” imbuh Suho. “Itu tidak akan menambah lukanya bukan?” tanya Kyung Soo.

“Setidaknya, kita tak perlu menambahnya lebih banyak lagi.” ujar Baekhyun

*

*

*

Stasiun Yong -san.

Chanyeol mulai jenuh menunggu kereta ibunya yang tak kunjung datang. Sebuah pesan dari SNS masuk kedalam ponselnya.

From: Sehun

‘Saengil chukhahayeo, Hyung^^’

‘Ummm, maaf yaa soal tadi pagi.’

‘Karena…’

‘Aah, lebih baik jangan dibahas.’

‘Amudeun,, jaga kesehatanmu’

Sent: Chanyeol

‘Haha, aku kira kau lupa.’

‘Aku akui itu menyebalkan.’

‘Aku ingin tahu mengapa kau begitu padaku?’

‘Kadonya mana?Amudeun, terimakasih.’

“Kereta jurusan ilsan -Seoul akan mengalami kertelambatan karena masalah teknis. Harap sabar menunggu.Terimakasih atas pengertian anda semua.”

Chanyeol menghela nafasnya kemudian ponselnya kembali berbunyi, namun kali ini bukan panggilan masuk ataupun pesan. Melainkan, sebuah app special yang ia gunakan samaan dengan In Hae. Ia mulai mencari kesekeliling, seluruh arah.

Flashback~

“Kau sedang apakan ponselku, Tuan Park?”

In Hae datang dengan satu bucket besar popcorn ditangan dan dua cola, ya kedua insan itu memutuskan untuk menonton film 3D perdana diputar di Korea pada akhir pekan ini.

“Sebentar, memasang app special dari Naver tentu saja. Appnya keren. Ini, kukembalikan ponselmu. Kau tak akan bisa jauh dariku, Choi In Hae!” ujar Chanyeol antusias dan menyerahkan ponsel In Hae dan tangan lainnya mengambil alih cola yang In Hae baru ia beli tadi.

In Hae hanya tersenyum miring dan mengecek ponselnya. “Jika misal saja, kau naik kereta yang sama tapi berbeda gerbong, app itu akan berbunyi dan aku bisa segera menemukanmu. Keren ‘kan?”

In Hae mengernyit dan tertawa. “Semacam GPS begitu?” tanya In Hae terkekeh. Karena, menurutnya kekasihnya ini agak over untuk hal seperti ini.

“Yup! jangan coba berpikir untuk menghapusnya, apa lagi kau benar melakukan itu, aku akan marah.” ujar Chanyeol. In Hae mengelus pelan rambut hitam Chanyeol. “Baiklah, Aigoo.. kau itu seperti bayi.” sanjung In Hae. “Ayo! Filmnya sudah mulai.”

Flashback end~

Pip pip pip

Ponselnya terus berbunyi, ia terus mengikuti titik merah yang hampir berada didekatnya. Orang-orang yang turun dari kereta begitu banyak, hingga ia sulit mencari dimana In Hae.

Matanya melebar sempurna ketika maniknya menangkap sesosok gadis dengan mantel cokelat tua dengan rambut yang terurai panjang.Persis saat ia bertemu dengan gadis itu pada waktu terakhir kali.

Ia segera melangkah dan menepuk bahu gadis itu, ia sedang mengecek ponselnya. “In Hae-ya!” lirih Chanyeol. Gadis itu menoleh, dan betapa terkejutnya gadis itu. “C-Chanyeol -ra…s-sedang apa kau disini?” tanya gadis itu, maniknya tak fokus menatap lelaki jangkung itu.

–Aku mendengar suara monoton itu daripada suaramu.–

Chanyeol tertawa tak percaya, tatkala seseorang merangkul In Hae dan menggendong seorang anak kecil. “Yeobo, sedang apa kau disini? Ayo, ibuku sudah menunggu.” ajak lelaki itu pada In Hae.

 

–Selamat!bagaimana kau bisa melakukannya?

   Seolah tak terjadi apa-apa

   Kau menghancurkan hatiku.

   Senyum diwajahmu menunjukkan bahwa kau telah melupakanku.–

In Hae terdiam dan tersenyum pada lelaki itu. Sekarang Chanyeol memandang In Hae tak percaya, berbagai pertanyaan ingin ia berikan untuk gadis itu. Semisal, Kemana saja gadis itu selama lebih dari 3 tahun janjinya untuk kembali?, Apa yang gadis itu lakukan hingga jadi begini?, Untuk apa ia seperti orang bodoh menanti gadis itu untuk kembali?.

Tapi, sepertinya Chanyeol sudah bisa menyimpulkan sendiri. Dengan satu panggilan yang lelaki itu berikan pada In Hae, menjelaskan semuanya.

“Apa kau kenal dengannya, Yeobo?” tanya sang suami. “Eoh?”

“Sepertinya aku salah orang, maafkan aku.”sela Chanyeol dan berbalik meninggalkan In Hae.

“Tunggu!”teriak In Hae, seperti robot Chanyeol menuruti perintah gadis itu. “Kau menjatuhkan ini,Tuan.” ujar In Hae dan menganggap Chanyeol seperti orang asing dan memberikan ponsel Chanyeol yang terjatuh.

Layar ponsel Chanyeol menyala dan terpasang Wallpaper selfie dirinya dengan In Hae. Gadis itu terdiam, Sedangkan Chanyeol hanya menatap gadis itu dingin dengan netra yang telah berkaca-kaca.

“Aku sudah bilang, menunggu bukan hal yang harus kau lakukan. Park Chanyeol Aah, Saengil Chukahanda” bisik In Hae.

Chanyeol hanya tersenyum miring, walau hatinya sungguh seperti dihujam ribuan duri dari bunga mawar.

“Justru aku yang harusnya mengucapkan Selamat padamu, karena kau itu begitu menakjubkan, Choi In Hae.” sindir Chanyeol tersenyum sakartis dan segera meninggalkan In Hae yang masih terpaku ditempatnya. Dan, membuang ponselnya kerel kereta dimana kereta akan melintas dijalur itu.

Lenyap, hilang sudah kenangan yang sudah Chanyeol pertahankan selama ini, hanya untuk In Hae seorang.Ia hanya merasa bodoh karena tak percaya dengan perkataan teman-temannya tentang In Hae.

Ia pikir dengan menutup segala kemungkinan yang memang kebenaran itu akan membuat hatinya tidak tergores oleh luka bahkan sedikit saja.

*Congratulations*

Barcelona,March

“Ya, Yeol-ra..Bukankah itu penulis buku novel Amour de Te Amo?Ah, kebetulan sekali aku mau minta tanda tangannya dan nomor ponselnya.” ujar Baekhyun dan mengambil pulpen dan novel seraya menarik Chanyeol.

“Aish, aku tidak mau. Kau saja sendiri.” tolak Chanyeol dan lebih memilih berfoto dengan kerumunan fans yang sudah menunggu diluar Cafe.

Walau dari jauh ia memandang Baekhyun yang sedang mengobrol dengan penulis itu.

Tak lama seorang pria datang dan duduk disamping penulis itu dan mencium mesra kening gadis itu.

Melihat Baekhyun kembali dengan muka sumringah, Chanyeol segera memalingkan wajahnya dan Baekhyun berdiri dibelakang Chanyeol.Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Kau tahu, penulis itu In Hae.Choi In Hae, Pacarmu yang pergi itu. Jadi, kalian putus hari itu?”tanya Baekhyun yang berbisik pada Chanyeol yang masih sibuk berfoto. Ia sibuk melayani fansnya untuk berfoto ataupun memberikan tanda tangan.

Baekhyun pun tak membahasnya lebih jauh lagi dan segera memasukkan buku dan sebuah note kecil itu ketas Chanyeol.

End

 

halo^^ aku author baru disini  aku harap para readers suka sm tulisanku yaa dan rajin -rajin komen untuk para author disini 🙂 sebenernya FF ini aku mau publish pas milad chan tahun lalu tapi ada kendala dan akhirnya batal deh 🙂 baru bisa rilis skrng. Tapi, jika kalian menikmati ceritanya harap tinggalkan komentar teman 🙂 terimakasih

Iklan

2 respons untuk ‘[Ficlet]Congratulations

  1. Antara sedih dan tidak 😦 ngenes juga si My Boy Park Chanyeol /plak/ dihianati dan ya ampun In Hae nikah sama cowok lain. Baek udah jelasin tapi Chanyeol agghh stupid Yeol /digorok author/
    Keren Authornim ^^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s